![]() |
| Sumber: google.com |
Guna memenuhi kebutuhan konsumen yang pada saat ini sudah
dalam perkembangan arus digitalisasi yang kian lama semakin kencang. Perbankan
juga saat ini sudah menyediakan kebutuhan para konsumen dengan layanan
transaksi keuangan yang serba mudah dan cepat.
Kini jajaran Bank BJB sudah mengalami perubahan dan dengan
adanya perubahan tersebut bisa menjawab tantangan perkembangan digital di era
persaingan yang semakin kompetitif.
Untuk jajaran direksi Bank BJB saat ini dipimpim langsung
oleh Yuddy Renaldi yang menjabat sebagai Direktur Utama, Agus Mulyana sebagai
Direktur Kepatuhan, Nia Kania sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko,
Rio Lanasier sebagai Direktur IT,
Treasury dan International Banking, Suartini sebagai Direktur Konsumer
dan Ritel serta Tedi Setiawan sebagai Direktur Operasional.
Dan untuk jajaran komisaris diisi oleh Farid Rahman sebagai
Komisaris Utama Independen, Eddy Iskandar Muda Nasution dan Muhadi menjabat
sebagai Komisaris, tak lupa Fahlino F. Sjuib dan Yayat Sutaryat sebagai
Komisaris Independen.
"Peningkatan layanan diharapkan menjadi pondasi Bank BJBuntuk mencapai visi menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia
lewat bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Direktur Utama Bank
BJB pada sesi pemaparan kinerja dalam acara Analyst Meeting Triwulan II 2019 di
Jakarta, Kamis (25/7/2019).
Langkah strategis pun sudah dilakukan Bank BJB untuk memenuhi
kebutuhan transaksi digital. Bank BJB sudah melakukan pengembangan digitalisasi
produk layanan, dengan rencana pengembangan jangka pendek yang dilakukan yaitu
melakukan akselerasi pembangunan beberapa produk dan layanan elektronik serta
digital banking guna mempercepat bisnis dan peningkatan layana kepada nasabah
BJB.
Ini dia beberapa produk dan layanan elektronik serta digital
banking yang dimoiliki oleh Bank BJB:
- Pengembangan e-money server based untuk transaksi menggunakan QR Code.
- Perluasan fitur dari mobile banking bank bjb termasuk bjb Digi yang lebih user friendly.
- Integrasi bisnis digital dengan perusahaan Fintech termasuk e-commerce.
- Self service banking machine atau e-kiosk dan transaksi menggunakan chat bot.
Sedangkan untuk pengembangan jangka panjang dalam
digitalisasi layanan, bank BJB akan mengoptimalkan kolaborasi dengan pemerintah
daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara
lain digitalisasi layanan publik, digitalisasi Pemerintahan Daerah dan
mendukung program Smart City.
Beberapa program kolaborasi dengan Pemerintah Daerah yang
telah berjalan antara lain layanan Pembayaran PBB-P2, E-Channel Samsat
(E-Samsat), Tabungan Samsat (T-Samsat), Samsat Jawa Barat Ngabret/Bergerak
Cepat (SAMSAT J’bret), Samsat Banten Hebat (SAMBAT), Internet Banking Corporate
(IBC) dan Kartu Kredit Pemerintah (KKP).
"Kami meyakini di dalam setiap perubahan akan selalu ada
peluang dan tantangan untuk dihadapi. bank bjb siap menghadapi
tantangan-tantangan baru ini dan membuktikan bahwa bank bjb merupakan bank yang
adaptif dan dinamis dalam merespon kebutuhan layanan transaksi nasabah," ujar Direktur Utama bank BJB Yuddy Renaldi.
Hanya sekedar info, Agus Mulyana pria kelahiran Bandung tahun
1964 ini sebelumnya pernah menjadi Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB pada periode 2014 – 2015, dan Pemimpin Kantor Wilayah III Bank BJB sepanjang
2013 – 2014. Agus Mulyana pun memiliki nama kecil yang kerap disapa oleh
rekannya yakni Amul.
Sumber: ayobandung.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar