Rabu, 01 April 2020

Bersama BNI Ambon, Kanwil Kemenkumham Maluku Ciptakan Kerjasama Untuk Kemajuan Ekonomi Maluku

Sumber: google.com


Direktur Kredit BNI, Ibu Diona bersama Stenli (Staf) melaksanakan kunjungan ke Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM (Kemenhumkam) Maluku pada Selasa (01/11).

Hal ini dilakukan agar permasalahan jaringan yang terjadi di kantor BNI Ambon dapat diketahui, yang kemudian bisa meningkatkan eskpansi kredit.

Adanya kunjungan Direktur Kredit BNI Ambon ini kemudian diterima langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Priyadi dengan sangat baik.

Dengan tujuan meningkatkan kerjasama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Maluku, Direktur Kredit BNI Ambon mengerti akan adanya salah satu syarat dalam pemenuhan pengajuan kredit untuk masyarakat adalah adanya kerjasama dengan notaris dibawah pengendalian Kanwil Kemenkumham Maluku.

Terkait dengan syarat (surat-surat) dalam pemenuhan pengajuan kredit, Kakanwil mengatakan bahwa hal ini nyatanya sangat penting dan butuh kerjasama dari pihak bank dalam hal ini BNI Ambon sendiri agar jelas urusannya menyangkut hak maupun kewajiban yang harus ditanda tangani bersama.

Lebih lanjut Kakanwil mengatakan soal notaris beberapa waktu yang lalu telah dilakukan pelantikan majelis pengawas notaris. Yang berarti bila ada sebagain dari notaris yang nakal maka akan langsung ditindak sesuai dengan kode etik yang berlaku.

Pertemuan Kakanwil dengan Direktur Kredit BNI Ambon ini berlangsung hikmat dan penuh kekeluargaan serta mendapatkan kesepakatan bersama.



Animo Masyarakat Gunakan Layanan Transaksi Digital BNI di Ambon Sangat Tinggi

Sumber: google.com


Sempat mengalami permasalahan, Bank Negara Indonesia (BNI) 46 cabang Ambon menegaskan bahwa semua dana nasabah tetap aman.

Hal ini dikatakan langsung oleh Direktur Bisnis Korporasi BNI, Putrama Wahju Setyawan. Ia mengatakan bahwa yang terjadi di BNI Ambon tidak akan menyebabkan dana nasabah hilang. Dan menurutnya, ada sejumlah faktor yang menjadi sebab nasabah tak perlu khawatir dengan BNI.

Dimana layanan perbankan BNI khususnya BNI Ambon akan tetap berjalan normal. Dan kepercayaan sebagian besar nasabah tetap terjaga yaitu dengan adanya jumlah transaksi masuk (menabung) lebih besar dibandingkan jumlah transaksi keluar. Dan terakhir, BNI Ambon akan selalu menjaga ketersediaan uang tunai yang dapat digunakan masyarakat melalui berbagai channel, termasuk mesin ATM selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

"Pelanggaran yang terjadi di Ambon adalah kasus yang memiliki dampak minimal terhadap operasional dan ketersediaan dana di BNI," kata dia, yang akrab disapa Iwan itu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 19 Oktober 2019. 

Adanya permasalahan yang terjadi di BNI Ambon ini, dikatakannya masih diselidiki pihak kepolisian. Dan berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, adanya kinerja BNI Ambon terlihat.

Dimana animo masyarakat untuk menabung dan menggunakan layanan transaksi digital (digital service transaction) BNI Ambon cukup tinggi. Hal ini terlihat dari kinerja Dana Pihak Ketiga yang dihimpun di seluruh outlet di bawah koordinasi Kantor Cabang Ambon.

Data per September 2019 menunjukkan, DPK yang dihimpun di BNI Ambon dan sekitarnya tumbuh sebesar 20,06 persen secara Year on Year (YoY) dibandingkan DPK yang terkumpul selama tahun 2018.

“DPK yang tumbuh merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur kepercayaan masyarakat terhadap BNI,” ujarnya.

DPK BNI tersebut sebagian besar ditopang pertumbuhan tabungan dan giro yang merupakan sumber dana murah. BNI Ambon mencatat, di Ambon dan sekitarnya terjadi pertumbuhan tabungan dan giro masing-masing sebesar 19,99 persen dan 27,96 persen secara YoY.


Sumber: Viva.co.id

Rabu, 23 Oktober 2019

Mengenal Lebih Dekat Sososk Achmad Baiquni

Sumber: google.com 

Achmad Baiquni (lahir di Surabaya, 1 Januari 1957; umur 62 tahun), adalah seorang bankir asal Indonesia yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI). Selain itu, Achmad Baiquni juga termasuk anggota kepengurusan MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) yang memiliki kantor beralamat di Jln. Tebet Dalam IV E No. 70, Tebet Barat, Jakarta Selatan.

Pendidikan

Dalam hal pendidikan, Achmad Baiquni telah meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 1982. Ia juga sudah meraih gelar Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Phillipina pada tahun 1992.

Kemampuannya mengelola bank diasah dengan mengikuti beberapa pelatihan, kursus, dan seminar perbankan di antaranya:

  • Risk Management in Retail Banking yang diadakan oleh BSMR di Belanda
  • Executive Training for Director yang diadakan oleh The Wharton School of The University of Pennsylvania di Amerika Serikat
  • Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification yang digelar oleh BSMR  di Singapura
  • Retail Banking Conference yang diadakan oleh LAFERTY di Singapura
  • Asian Bankers Surveyor Programme yang digelar oleh Bank of New York di New York, Amerika Serikat dan beberapa lainnya.
  • Discovery and Dream Workshop dalam rangka penyusunan Corporate Plan BNI 2019-2023 yang diselenggarakan oleh BNI dan MC Kinsey
  • Compliance Forum Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme di Sektor Jasa Keuangan yang diselenggarakan BNI
  • Manajemen Risiko level 5 pada Program Eksekutif yang diselenggarakan oleh Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR)


Karir

Dalam hal karir, Achmad Baiquni telah lama bergelut menjadi bankir di Tanah Air. Di tahun 1984, ia meniti karir sebagai bankir di BNI. Beberapa jabatan yang sempat ia duduki adalah:
  • Direktur Korporasi PT BNI Tbk (2003-2006)
  • Direktur Korporasi PT BNI Tbk (2006-2008)
  • Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah PT BNI  (2008-2010)
  • Direktur Korporasi,
  • Direktur Konsumer,
  • Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal
  • Direktur Keuangan PT BRI Tbk (2010-2015)
  • Direktur Utama PT BNI Tbk (2015-sekarang)

Sebelum ia menjadi Dirut BNI, Achmad Baiquni pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sejak 20 Mei 2010. Berdasarkan RUPS tanggal 17 Maret 2015, ia diangkat sebagai Direktur Utama BNI dan mendapat persetujuan dari OJK pada 16 April 2015. Pada saat itu, RUPS BNI dan BRI merombak hampir sebagian besar manajemen, baik di jajaran komisaris maupun direksi.

Pada tahun 2009, BNI yang dipimpin oleh Achmad Baiquni sudah mengucurkan kredit usaha rakyat sebesar Rp 26,1 miliar dengan tujuan untuk membentuk keseriusan bank memberdayakan ekonomi masyarakat di Nanggroe Aceh Darussalam dan juga memaksimalkan KURS di NTB.

Tak hanya mengucurkan kredit usaha rakyat, BNI bekerja sama dengan pihak Garuda Penerbangan Indonesia untuk menggelar paket perjalanan wisata 5 destinasi menarik di Indonesia, di antaranya Belitung, Labuan Bajo, Malang, Padang, dan Banyuwangi pada Agustus-November 2017.



Sumber: Wikipedia.com

Selasa, 01 Oktober 2019

Agus Mulyana Didapuk sebagai The Most Committed GRC Leader 2019


Sumber: google.com

Penerimaan penghargaan oleh Direktur Kepatuhan bank BJB oleh Agus Mulyana dalam ajang TOP GRC (Governance, Risk & Compliance) 2019 sangat memberikan kebahagiaan  baginya dan juga semua manajemen di Bank BJB.

Agus Mulyana  di julikisebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dalam ajang apresiasi di bidang manajemen risiko tersebut. setelah melalui proses penjurian yang terbilang panjang.

Dalam akun Instagram pribadinya @amulyana46,  Agus Mulyana mengatakan bahw ia bangga sekaligus merasa terhormat atas pencapaian yang berhasil ia gapai. Penghargaan ini menjadi bukti apresiasi nyata yang disematkan dewan juri kepada kinerja Amul.

Menjadi sebuah kebanggaan dan kehormatan tersendiri bagi saya selaku Direktur Kepatuhan bank BJB didapuk sebagai The Most Committed GRC Leader 2019.

Pola manajemen risiko yang diterapkan bank BJB selama ini terbukti berhasil memberi rasa aman sekaligus menunjang pertumbuhan perusahaan. Berbagai langkah pengambilan keputusan usaha yang dijalankan perbankan juga bisa terhindar dari risiko merugikan bahkan mendorong ekspansi keuntungan pada level optimal.


Beberapa Penghargaan ini diberikan setelah melalui proses penjurian yang sangat ketat oleh dewan juri yang terdiri dari berbagai pihak yang kompeten, termasuk di antaranya Majalah Top Business, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA), Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI), dan Asia Business Research Center.

Performa seperangkat indikator ukur itu menunjukkan bank BJB berada di tingkat yang Sangat Baik dalam konteks manajemen risiko, sehingga bank BJB juga mendapatkan penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars.




Sumber: ayobandung.com

Bank BJB Hadirkan Layanan Elektronik Untuk Hadapi Era Perkembangan Digital

Sumber: google.com


Guna memenuhi kebutuhan konsumen yang pada saat ini sudah dalam perkembangan arus digitalisasi yang kian lama semakin kencang. Perbankan juga saat ini sudah menyediakan kebutuhan para konsumen dengan layanan transaksi keuangan yang serba mudah dan cepat.

Kini jajaran Bank BJB sudah mengalami perubahan dan dengan adanya perubahan tersebut bisa menjawab tantangan perkembangan digital di era persaingan yang semakin kompetitif.

Untuk jajaran direksi Bank BJB saat ini dipimpim langsung oleh Yuddy Renaldi yang menjabat sebagai Direktur Utama, Agus Mulyana sebagai Direktur Kepatuhan, Nia Kania sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Rio Lanasier sebagai Direktur IT,  Treasury dan International Banking, Suartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel serta Tedi Setiawan sebagai Direktur Operasional.

Dan untuk jajaran komisaris diisi oleh Farid Rahman sebagai Komisaris Utama Independen, Eddy Iskandar Muda Nasution dan Muhadi menjabat sebagai Komisaris, tak lupa Fahlino F. Sjuib dan Yayat Sutaryat sebagai Komisaris Independen.

"Peningkatan layanan diharapkan menjadi pondasi Bank BJBuntuk mencapai visi menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia lewat bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Direktur Utama Bank BJB pada sesi pemaparan kinerja dalam acara Analyst Meeting Triwulan II 2019 di Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Langkah strategis pun sudah dilakukan Bank BJB untuk memenuhi kebutuhan transaksi digital. Bank BJB sudah melakukan pengembangan digitalisasi produk layanan, dengan rencana pengembangan jangka pendek yang dilakukan yaitu melakukan akselerasi pembangunan beberapa produk dan layanan elektronik serta digital banking guna mempercepat bisnis dan peningkatan layana kepada nasabah BJB.

Ini dia beberapa produk dan layanan elektronik serta digital banking yang dimoiliki oleh Bank BJB:

  • Pengembangan e-money server based untuk transaksi menggunakan QR Code.
  • Perluasan fitur dari mobile banking bank bjb termasuk bjb Digi yang lebih user friendly.
  • Integrasi bisnis digital dengan perusahaan Fintech termasuk e-commerce.
  • Self service banking machine atau e-kiosk dan transaksi menggunakan chat bot.


Sedangkan untuk pengembangan jangka panjang dalam digitalisasi layanan, bank BJB akan mengoptimalkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah, antara lain digitalisasi layanan publik, digitalisasi Pemerintahan Daerah dan mendukung program Smart City.

Beberapa program kolaborasi dengan Pemerintah Daerah yang telah berjalan antara lain layanan Pembayaran PBB-P2, E-Channel Samsat (E-Samsat), Tabungan Samsat (T-Samsat), Samsat Jawa Barat Ngabret/Bergerak Cepat (SAMSAT J’bret), Samsat Banten Hebat (SAMBAT), Internet Banking Corporate (IBC) dan Kartu Kredit Pemerintah (KKP).

"Kami meyakini di dalam setiap perubahan akan selalu ada peluang dan tantangan untuk dihadapi. bank bjb siap menghadapi tantangan-tantangan baru ini dan membuktikan bahwa bank bjb merupakan bank yang adaptif dan dinamis dalam merespon kebutuhan layanan transaksi nasabah,"  ujar Direktur Utama bank BJB Yuddy Renaldi.

Hanya sekedar info, Agus Mulyana pria kelahiran Bandung tahun 1964 ini sebelumnya pernah menjadi Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB pada periode 2014 – 2015, dan Pemimpin Kantor Wilayah III Bank BJB sepanjang 2013 – 2014. Agus Mulyana pun memiliki nama kecil yang kerap disapa oleh rekannya yakni Amul.




Sumber: ayobandung.com

Raih Top GRC 2019, Bank BJB Terapkan Pola Manajemen Risiko Yang Baik

Sumber: google.com


Agus Mulyana yang menjabat sebagai Direktur Kepatuhan Bank BJB terpilih sebagai The Most Committed GRC Leader 2019 dalam acara penghargaan TOP GRC (Goveranance, Risk and Compliance).

Pada acara tersebut Bank BJB dan Agus Mulyana berhasil menyabet penghargaan TOP GRC 2019 #4 Stars. Berhasilnya Bank BJB mendapatkan penghargaan tersbeut karena Bank BJB dinilai sudah menerapkan manajemen risiko dan kepatuhan sangat baik. Penghargaan ini pun dinilai dari tiga aspek utama yakni dari sistem, infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusahaan.

Selama ini Bank BJB sudah menerapkan pola manajemen risiko yang sudah terbukti berhasil memberi rasa aman dan juga menunjang pertumbuhan perusahaan. Hal tersebut bisa dibuktikan jika dilihat dari kualitas kredit Bank BJB yang telah berhasil dijaga dengan baik.

Diterapkannya pengelolaan risiko di perusahaan ini memiliki fungsi untuk mmebangun dasar analisius yang kuat sehingga berbagai langkah pengambilan keputusan usaha yang dijalankan perbankan bisa terhindar dari risiko merugikan bahkan mendorong ekspansi keuntungan pada level yang optimal.

Tercatat Bank BJB terjaga pada level 1,7% untuk perseroan di Semester I 2019 rasio Non Perfoming Loan (NPL) atau jika dibandingkan lebih baik dengan rasio NPL industri perbankan per Mei 2019 yang hanya sebesar 2,61%.

Sementara itu, rasio Net Interest Margin (NIM) bank BJB berada pada level 5,7% atau berada di atas rata-rata rasio NIM industri perbankan yang mencapai 4,9%.

Sedangkan dari segi kinerja, tercatat total aset bank BJB berhasil tumbuh 6,4% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp120,7 triliun. Pertumbuhan aset ini didukung oleh penghimpunan DPK sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh sekitar 7% yoy. Sedangkan untuk laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp803 miliar. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp78,2 triliun atau tumbuh sebesar 8,2% yoy.

Melihat langkah pengelolaan risiko yang sudah diterapkan oleh Bank BJB, berbagai pihak yang kompeten juga sudah mengakui langkah tersebut adalah langkah yang positif diantaranya adalah Top Business, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Indonesia Risk Management Professional Assosiaction (IRMAPA), Institute Compliance Professional Indonesia (ICoPI), dan Asia Business Research Center yang saling bekerja sama memberikan penghargaan TOP GRC (Governance, Risk and Compliance) 2019 untuk Bank BJB.

Pada Bank BJB, Agus Mulyana juga pernah menjabat sebagai Pemimpin Divisi Corporate Secretary di Bank BJB pada periode 2014-2015 dan Pemimpin Kantor Wilaya III Bank BJB sepanjang 2013-2014.

"bank bjb menyadari berbagai langkah usaha yang dilakukan perseroan harus dilandasi oleh tujuan mulia untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi negeri. Seluruh keputusan perusahaan selalu didasarkan pada prinsip tata kelola yang baik, didukung analisis tajam untuk melihat berbagai peluang dan ikhtiar nyata demi mempertahankan kebutuhan nyata dan berkelanjutan," kata Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, M. As'adi Budiman.

TOP GRC adalah kegiatan pembelajaran bersama tentang governance, risk, and compliance sekaligus apresiasi kepada perusahaan yang dinilai berkinerja baik dan telah menerapkan GRC dalam pengelolaan usaha bisnisnya. bank bjb sendiri selalu menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik alias good corporate governance (GCG) dalam setiap langkah usahanya. Penerapan sistem tata kelola ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menghindari potensi fraud yang merugikan berbagai pihak dari beragam aspek. GCG bank bjb telah terbukti bekerja dengan baik dan beberapa kali membuat perbankan diganjar penghargaan, tak terkecuali dari lembaga antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).




Sumber: ayobandung.co

Terpilih Sebagai Dirut Bank BJB, Agus Mulyana: Saya Akan Terus Program Yang Dibangun Ahmad Irfan

Sumber: google.com

Kosongnya posisi Direktur Utama BJB, membuat Agus Mulyana selaku Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) ditunjuk menjadi pelaksana tugas (plt) Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Setelah kekosongan bangku Ahmad Irfan digantikan Agus Mulyana, RUPSLB juga akan membuka seleksi calon dirut baru untuk meningkatkan penetrasi kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Dirut baru hasil fit and proper test akan dilantik Maret (2019) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Tetapi sesuai ketentuan OJK, posisi dirut tidak boleh kosong. Jadi ada rangkap jabatan oleh direktur kepatugan sebagai plt dirut,” ucap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Bandung, Selasa (11/12).

Dalam RUPSLB, pemegang saham juga menyetujui perubahan pengurus Perseroan yaitu memberhentikan dengan hormat Ahmad Irfan selaku Direktur Utama Bank BJB terhitung sejak ditutupnya Rapat dan Pemberhentian Agus Gunawan selaku Direktur Komersial dan UMKM Bank BJB yang wafat pada tanggal 9 November 2018 yang kemudian digantikan oleh Agus Mulyana selaku Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank BJB.

“Mendapat mandat RUPS merangkap sebagai dirut. Hal biasa dalam organisasi. Saya akan terus menjalankan program-program yang sudah dibangun oleh Pak Ahmad Irfan, dan akan memerbaiki jika ada kekurangan,” tukas Agus Mulyana.

Sebelumnya, Pria kelahiran Bandung tahun 1964 ini menjabat Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank BJB sejak Mei 2015. Dimana Agus Mulyana sebelumnya juga pernah menjadi Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB pada periode 2014 – 2015, dan Pemimpin Kantor Wilayah III Bank BJBsepanjang 2013 – 2014.




Sumber: infobanknews.com